Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 April 2017

MENIRU CARA BELAJAR PARA JENIUS

WOOOWWWW!!! Pekik takjub itulah yang niscaya akan Anda lontarkan saat melihat prestasi 12 bocah super ajaib-genius dari dalam dan luar negeri ini! Perhatikan di bawah ini: � Sayyid Muhammad Husein Tabataba�i, Mendapat Gelar Doktor di Usia 7 Tahun � Akrit Jaswal, Dokter Bedah Usia 7 Tahun � Moshe Kai Cavalin, Lulus Kuliah pada Usia 11 Tahun dengan IPK 4 � Abdurrahman Farih, Bocah Penghafal al-Qur�an di Usia 3 Tahun � Syarifuddin Khalifah, Bocah Pengislam Ribuan Orang � Sherwyn Sarabi, Bocah 2 Tahun Asal Inggris Hafal Seluruh Nama Negara di Dunia � Heidi Hankins, Gadis Belia Ber-IQ di Atas Rata-Rata � March Boediharjo, Mahasiswa Termuda Asal Indonesia � Hartadinata Harianto, Anak Genius Dunia dari Surabaya � Septinus George Saa, Pemenang �First Step to Nobel Prize in Physics� 2004 � Dominic Brian, Anak Genius Asal Bali yang Masuk Guinness Book � Armada Nasar, Pemegang MCITP se-Asia Tenggara APA RAHASIA MEREKA? BAGIMANA CARA MEREKA BELAJAR? Yuk, kita tanya rahasianya. Nah, sekarang ambil buku yang menyajikan biografi lengkap plus rahasia-rahasia dahsyat di balik kegeniusan super ajaib bocah-bocah ini. Belajar dari pengalaman orang tua mereka dan juga anak-anak mereka! Bisakah? Mereka Bisa, Anak Anda Juga Bisa, kok. Dapatkan inspirasi dari mereka, terapkan untuk anak-anak kita! Detail Buku JudulMeraih Gelar Doktor Usia 7 Tahun (Buku_Pilihan) No. ISBN9786022550716 PenulisBalqis Khayyinah PenerbitFlash Books Tanggal terbitFebruari - 2013 Jumlah Halaman- Berat Buku- Jenis CoverSoft Cover Dimensi(L x P)- KategoriPsikologi & Pendidikan Anak Harga Resmi: Rp 34.000 Hemat Rp 14.000 Bayar Rp 20.000 Hubungi: SMS/WA 081804030020/081915467585

Sabtu, 25 Maret 2017

HOME SCHOOLING, JANGAN TAKUT, INI PENGALAMAN ANAKKU

Namanya Afi, anak pertamaku. Sekarang kelas 10 MA ALIMDAD BANTUL. Waktu SMP dia ikut pendidikan Kesetaraan SMP di Komunitas Belajar Qoryah Thoyibah (KBQT) Kalibening, Salatiga asuhan Pak Bahrudin. Sejak SD, prestasi akademis Afi rata-rata saja dengan Nilai UN 22. Namun yang menonjol pada dirinya adalah daya kreatifnya yang lebih dominan. Dalam pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan (SBK) selalu muncul ide-ide segar yang sering menjadi rujukan teman-temannya untuk menciptakan suatu karya. Pernah membuat piala yang disusun dari botol-botol plastik, ada pula pesawat terbang dengan bahan botol kecap dari plastik, robot-robotan dari bekas kaleng cat, lampu kapal dari bolam, dll. Itu semua murni idenya, artinya saya sebagai orang tua tak pernah sedikit pun memberi arahan dan masukan pada idenya. Bahkan pada akhir tahun pelajaran anakku sempat dinominasikan sebagai pelajar paling kreatif di sekolahnya. Mata Pelajaran yang dia sukai adalah IPS dan Bahasa Indonesia. Sedang yang paling dia rasakan sulit adalah Matematika. Setelah lulus SD, ia masuk KBQT setelah melewati pergulatan pemikiran bapaknya. Meskipun secara teori tahu penulis tahu bahwa sekolah model home schooling ala QT baik, namun untuk memasukkan anak ke sana aku kurang berani. Suatu hal yang dilematis antara keinginan untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak dengan masa depan yang bakal di hadapinya. Bagaimana tidak? Anak itu sudah suka dengan model pembelajaran yang bebas dan santai sementara dengan menyekolahkan di QT, berarti anakku hanya akan mendapat ijazah persamaan Paket B (setara SMP) pada akhirnya nanti. Sesuatu yang belum pernah ada dalam tradisi keluargaku. “Mau jadi apa anak ini nanti?” begitulah kira-kira pertanyaan yang banyak bermunculan dalam hati. Mungkin juga rasa khawatir ini muncul dari latar belakang pendidikanku yang - katakanlah selalu sukses, bahkan mendapat kesempatan beasiswa S-2. Namun setelah tiga tahun berlalu, ia lulus dari KBQT, semuanya menjadi baik-baik saja. Bahkan, sangan memuaskan. Bagaimana tidak? aku menjumpai hal-hal besar yang secara kejiwaan sangat berbeda dari saat ia masih bersama kami di rumah. Dari cara bicaranya aku jadi tahu bahwa anakku terlihat lebih dewasa dari teman-teman susianya. Cara bicaranya teratur dengan logika yang matang, artinya semuanya ada alasannya. Dia terlihat percaya diri, namun tidak sombong. Secara emosi, dia bisa ngemong (take care) dengan adiknya di rumah. Bahkan, saat tidak punya uang pun dia tidak merajuk seperti kebanyakan anak, namun dengan caranya sendiri dia minta dengan sopan pada ibunya. Dari segi kemandirian jelas paling terlihat, dia jadi terbiasa mencuci piring, gelas, dan pakaiannya sendiri. Bahkan pas pulang ke rumah, dia suka membuatkan nasi goreng untuk adik-adiknya. Solat jamaah biasa ia lakukan, kecuali subuh yang sering tertinggal. Untuk bacaan Qur’annya sudah lebih baik dibanding waktu masih di rumah. Urusan mengajinya masih biasa, karena memang masih kelas awal. Dan yang membuatku tak habis pikir adalah saat membuka - buka file laptopnya, kutemukan lebih dari dua puluh cerpen karyanya. “Lho, kapan anak ini mulai suka nulis cerpen?” pikirku. Di rumah, dia senangnya membaca komik Naruto. Kalau ingin tahu kisahnya silakan baca Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/muslihmuntilan/anakku-belajar-ala-homeschooling_54f418357455139d2b6c8522 Dan rasa percaya dirinya muncul dengan positif. Ditambah lagi Bahasa Inggrisnya aktif karena saat homeschooling selalu menggunakannya. Jadi jagan takut ya dengan Home Schooling, asal caranya tepat. Belum tahu caranya? Ini ada buku bagus bisa jadi referensi. Detail Buku: Judul Buku: Anakku Tidak (Mau) Sekolah? Jangan Takut-Cobalah Home Schooling! No. ISBN: 978 Penulis: Maria Magdakena Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tanggal terbit: Maret - 2010 Jumlah Halaman: 236 Berat Buku: - Jenis Cover: Soft Cover Dimensi:(L x P)130x180mm Harga Buku: Rp 45.000,- Anda Bayar: Rp 30.000,- Hemat: Rp 15.000 Hubungi: SMS/WA 08180430020/081915467585

Rabu, 22 Maret 2017

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEKS

Pernahkah putra-putri Anda menanyakan sesuatu hal tentang seks? Terus, bagaimana jawaban kita. Hehehe. Saya yakin, kebanyakan orang tua yang benar - benar mengikuti tumbuh-kembang anaknya agak repot menjelaskannya. Benar, begitu? Penddikan seks dalam Islam merupakan bagian dari pendidikan aqidah, akhlak dan ibadah. Sedangkan informasi seks saat ini sangat mudah dijumpai setiap saat lewat berbagai media informasi, terutama internet. Sehingga informasi yang salah dan tidak tepat justru akan merusak masa depan anak-anak kita. Maka, pertanyaan pendidikan seks untuk anak, tabu atau perlu? Untunglah, ada buku ini. Mengapa? Buku ini memudahkan orang tua untuk memberikan pendidikan seks kepada anak-anak kita tanpa sifat vulgar dan tabu. Oleh karenanya kita harus mengetahui tentang apa itu pendidikan seks? Bagimana cara mengajarkannya? Di dalam buku ini disajikan tahapan-tahapan materi pendidikan seks bagi anak secara runtut: - Pendidikan Seks pada Usia Balita (0-5 Tahun) - Pendidikan Seks pada Usia Tamyiz (6-10 Tahun) - Pendidikan Seks pada Usia Remaja (10-20 Tahun) Pendidikan Seks pada Usia Dewasa (20 Tahun ke Atas) Detail Buku Judul Buku: KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG SEKS Panduan Islami bagi Orang Tua Mendampingi Anak Tumbuh Menjadi Dewasa Penulis: Dr. Hasan el-Qudsy Penerbit: Tinta Medina, Solo 2012 Hal: 206 Kondisi: Baru (Segel) Harga: Rp 30.000 (belum termasuk ongkos kirim) SMS/WA: 081804030020/ 081915467585

Kamis, 16 Maret 2017

KUMPULAN DONGENG TANAH JAWA

Biarpun zaman sudah berubah, teknologi semakin berkembang, hendaklah budaya mendongeng tetap dipertahankan. Seperti di negara Jepang misalnya. Budaya yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan jaman itu masih tetap dipertahankan kok. Buktinya, di tempat-tempat penitipan anak, kelompok bermain dan TK, selalu ada jadwal khusus untuk mendongeng. Hal itu karena mereka sadar, manfaat dongeng sangatlah banyak. Sesuatu yang tidak bisa ditemukan kalau anak menonton televisi, bermain game ataupun kegiatan lainnya. Ada beberapa saran agar mendongeng sarat manfaat. Pertama, bacakan dongeng lewat buku. Entah itu dongeng tentang peri, binatang, cerita realistik anak-anak ataupun cerita ajaib. Pilihlah cerita yang sesuai dengan usia anak. Kalau perlu, dramatisir cerita agar anak lebih menjiwainya. Bisa dengan gerakan tangan, ekspresi muka dan lain sebagainya. Ini salah satu buku yang bisa mengungkapkan betapa kayanya budaya bangsa kita, terutama Tanah Jawa. Judul Buku: Kumpulan Dongeng Tanah Jawa Penulis: Vievid D. Utami Penerbit: Empat Pilar Utama, Yogyakarta Hal: 40 Harga: Rp 15.000 WA: 081804030020

Rabu, 15 Maret 2017

TIPS SAKTI MEMBANGUN ORGANISASI SEKOLAH

Keberadaan organisasi sekolah ibarat jantung yang menggerakkan seluruh komponen sekolah. Perannya sangat penting bagi keberhasilan sebuah sekolah. Jika organisasi sekolah berjalan aktif dan efektif, maka berbagai kegiatan sekolah akan berjalan secara massif. Karena itu, organisasi sekolah harus dibangun, dijalankan, dan dioptimalkan agar tetap eksis bahkan maju di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat. Dalam kerangka inilah, buku ini hadir untuk memberikan panduan dan wawasan cara membangun, menjalankan, serta mengoptimalkan fungsi organisasi sekolah. Di dalam buku ini, disajikan secara detail segala yang terkait dengan pengembangan organisasi sekolah. Sebagai inspirasi, disajikan pula profil sekolah unggulan yang ditunjang oleh organisasi sekolah yang mapan. Inilah buku panduan terlengkap cara membangun, menjalankan, serta mengoptimalkan organisasi sekolah yang tidak akan Anda jumpai di buku-buku yang lain. + Mengenal Organisasi Sekolah secara Detail + Macam-Macam Organisasi Sekolah + Cara Membangun, Menjalankan, dan Mengoptimalkan Organisasi Sekolah + Kendala yang Sering Dijumpai dan Cara Mengatasimya + Profil Sekolah Unggulan dengan rganisasi Sekolah yang Mapan Judul Buku: Tips Sakti Membangun Organisasi Sekolah No. ISBN9786021911211 PenulisJamal Mamur Asmani PenerbitDiva Press Tanggal terbitDesember - 2011 Jumlah Halaman- Berat Buku+ 300 gr Jenis CoverSoft Cover Dimensi(L x P)= 14 x 20 cm KategoriManajemen Harga Resmi= Rp45.000 Bayar: Rp 40.000 Hemat: Rp 5000 WA/SMS: 081804030020/ 081915467585

Sabtu, 11 Maret 2017

MEMBUKA DAN MENUTUP KELAS DENGAN GAMES

Mengajar lebih menyenangkan, Guru okay, murid pun enjoy "Guru bodoh adalah guru yang menutupi kelemahannya dengan kekuatan emosi" Jadilah guru yang sejati, mengajar harus menarik. Jika pengajaran menarik, maka anak-anak akan menyukai pelajaran itu hingga anak-anak jatuh cinta pada pembelajarn tersebut. Sebaliknya mengajar dengan tidak menarik hanya akan menjadikan anak bosan, menggerutu, sudah pasti memiliki persepsi negatif tentang belajar dan jauh dari belajar dan berdampak pada kegagalan proses belajar mengajar. Inilah buku yang menjawab kebosanan belajar dan jauhnya anak dari belajar akibat cara mengajar guru yang monoton. Buku ini memberikan referensi penting bagi para pengajar untuk mengembangkan dirinya semakin cerdas, kreatif dan variatif. Dengan game pembuka dan penutup kelas, guru akan dengan mudah dapat menghidupkan suasana kelas. Dan yang paling penting, menurut saya, game-game yang disajikan adalah orisinil, asli hasil eksplorasi dan pengalaman mengajar penulisnya didepan kelas. Judul Buku: 60 games untuk mengajar: Pembukaan dan penutup kelas Penulis: Eko Susanto Penerbit: Lukita Tahun:2009 Harga: Rp 25.000 WA: 081804030020

Jumat, 10 Maret 2017

MEDALI UNTUK BANGSA

Pertama kali membaca buku ini kesan saya sungguh luar biasa. Bagaimana tidak? Saya akan menceritakan tentang bentuk fisik buku ini. Bukunya indah, sungguh indah. dengan jenis kertas yang enak dibaca mata. Tidak melelahkan mata. Dan penuh warna. Masing-masing halaman ada blok warna merah, biru, kuning, hijau, ungu, juga orange. Wuss, penuh foto yang bercerita. Jadi kesan saya, buku ini disiapkan oleh penerbit dengan sungguh-sungguh. Ciamikkk. Dari sisi konten alias isi, buku ini berisikan semangat. Ya, semangat penulisnya untuk menjadikan olimpiade sains dan matematika sebagai wahana pembuktian pada bangsa dan masyarakat dunia bahwa Indonesia MAMPU. Kita bisa jadi juara di ajang olimpiade sains internasional setiap tahunnya. Padahal, untuk berbicara di dunia olimpiade olahraga, Indonesia masih sangat jarang. Kalau pun ada, yang paling surprise baru cabang bulu tangkis. Ini membuktikan bahwa di olimpiade sains internasional, kans Indonesia untuk menang sangatlah terbuka lebar. Selain itu, dari buku ini, kita juga bagaikan melakukan study banding ke sekolah-sekolah yang sukses langganan pemenang OSN. Jadi tak perlu biaya banyak, cukup dengan membaca buku ini, kita bisa belajar dari mereka. Kisah-kisah membanggakan dari para pelajar Indonesia peraih medali di berbagai arena olimpiade sains. Penawar aneka berita tak sedap tentang korupsi, kemiskinan, ketidakadilan, dan perusakan lingkungan alam, yang sehari-hari mendominasi media cetak dan elektronik. Olimpiade Sains Nasional adalah kegiatan lomba keilmuan yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2002 ini bertujuan untuk menyeleksi serta mempersiapkan siswa-siswa terbaik Indonesia untuk bertanding dalam olimpiade keilmuan tingkat nasional dan internasional di berbagai bidang: matematika, fisika, biologi, kimia, astronomi, komputer, ekonomi, serta kebumian dan geografi. Buku ini mengajak para pendidik untuk memberikan motivasi bagi anak didiknya, meski mereka berasal dari pelosok sekalipun bila memiliki semangat yang kuat, maka mereka pun akan berhasil merah medali emas yang membanggakan bangsanya, dan tentu saja orang tua mereka. Judul buku: Medali Untuk Bangsa Ketersediaan: Tersedia Harga Resmi : Rp. 79000 Anda Bayar : Rp. 40000 Hemat : Rp. 39000 Belum termasuk ongkos kirim DETAIL BUKU Penulis : Suharlan S.H., M.M. Publication date: 6/16/2014 12:00:00 AM ISBN: 978-979-709-839-1 Edition: 1